Rabu, 01 Januari 2014

[Jalan-Jalan IPA 4] Yogyakarta Part 1



Assalamu'alaikum,

Hai kawan, apa kabar kalian hari ini? Baik bukan? Disini saya akan menceritakan perjalanan saya selama liburan semester 1 di kelas 3 ini.

Awal rencana saya dan beberapa teman (yang sebelumnya juga pergi ke surabaya) iseng-iseng buat rencana liburan akhir semester 1, ndak taunya teman saya yang bernama Zahrina punya saran buat liburan ke DIY, Daerah Istimewa Yogyakarta. 1 pekan kami mengumpulkan data untuk menunjang transportasi PP dan saat di Jogja. Kemudian saran mulai disebar, alhamdulillah ada tambahan yang ikut yaitu Bagus, Hakim, Shodiq, dan Mala. Tetapi
ada yang gak bisa ikut yaitu Elvin, Nuryan, dan termasuk saya, hehe. Ya memang betul saya tidak diperbolehkan oleh orang tua saya karena ortu menganggap kalau jalan-jalan saya itu mengendarai sepeda motor. 3 hari galau, saat ujian semester pula, sampek kesel ngerasakne (ehem, maleh ngawur, lanjut). Setelah beberapa kali pendekatan akhirnya saya bisa menjelaskan ke ortu kalau ke jogja nya itu gak pakek sepeda motor. Alhamdulillah setelah mereka paham diperolehkan (yeeeee.... :D #backsound=cheering).

Langsung besoknya saya beli tiket, ya memang jadwal beli tiket akan kami lakukan 2 hari setelah itu, tetapi 1 hari sebelum pembelian tiket (yaitu besoknya) saya iseng lihat di internet sisa tiket pada hari pemberangkatan. Shock maksimal saya setelah melihat hasil searching saya, kursi PENUH. Saat itu juga saya beri tahu temen-temen, tapi Dika punya saran kenapa gak dilihat langsung ke stasiun. Siang harinya kami (saya, Dika, sama Zahrina) langsung ke stasiun dan ternyata tiketnya masih ada (alhamdulillah :D). Sekejap kami langsung menghubungi semua teman yang ikut untuk mendaftarkan nomor identitas (KTP atau kartu pelajar) untuk membeli tiket. Setelah selesai ternyata uang yang dibawa kurang, alhamdulillahnya Devi (***** e penyok) bisa datang buat nambahin uang beli tiket yang kurang 300 ribu. Oh ya sekedar info kalau tiket kereta api yang kami beli itu tiket kereta api Kahuripan dengan harga 50 ribu rupiah, jadi kalu pesan pergi pulang sebesar 100 ribu. Tetapi  setelah tanggal 1 Januari 2014 harga tiket naik 100 persen (W.O.W).  Lanjut ke cerita. Akhirnya tiket sudah bisa didapat walaupun dengan basah kuyup (soalnya gak bawa mantel :D).

Setelah 1 pekan (karena pemesanan tiket itu 1 pekan sebelum pemberangkatan) kami siap untuk berangkat ke Jogja. Tapi sebelumnya kami harus masuk ke sekolah untuk mengisi premis dari guru. Hakim, Mala, dan Zahrina sudah bersiap disekolah semenjak pengisian premis. Saya dan teman yang lain pulang dahulu. Karena bapak saya sedang bekerja pada saat itu jadi bisa mengantar setelah jam 1 siang padahal kereta berangkat jam 2 siang. Alhasil saya dikontaki terus sama temen-temen solnya yang membawa tiket saya. Akhirnya saya sampai juga di stasiun, namun ada 3 teman yang belum datang yaitu Bagus, Melfin, dan Shodiq. Untung Bagus sudah datang tak lama setelah saya datang, tetapi Melfin dan Shodiq sampai 15 menit sebelum kereta berangkat masih belum datang. Sudah ada niat untuk meninggal mereka (ojok ditiru :D) tetapi alhamdulillah mereka datang sebelum saya naik kereta (koyok film 5cm ae wi engko lek keri ko sepur e). Kami bersepuluh naik di gerbong 1 nomor kursi 18 dan 19, tetapi anak di 19 pindah ke 17. Dan akhirnya kami berangkat ke jogja :D.

-Dalam Gerbong-
Sekian dulu ya kawan, sudah ngantuk soale, hehe. Jangan lupa coret-coret komen buat blog ini karena saya masih butuh masukan untuk penambahan nilai plus di blog ini. Jangan lupa juga buat share blog ini (admin e narsis, :v). Bye kawan.

Wassalamu'alaikum. ^_^
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+

3 komentar:

Unknown mengatakan...

kereeen-kereeen . . :D

Unknown mengatakan...

apiiikkk, lucuuu .. background e :p

Moch Fiqi Fahreza mengatakan...

wah, arek iki... -_-

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.